Terima Kasih Atas Kunjungan Anda,lain kali datang lagi yah !!!

Minggu, 06 Januari 2013

laporan hasil penelitian jagung
LAPORAN
Analisa pertumbuhan tanaman
Diajukan untuk memenuhi syarat ujian praktek Mapel IPA














Disusun Oleh:

Namailham ismail






KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan Kehadirat Allah Swt yang senantiasa menganugerahkan segala Kenikmatan-Nya,sehingga dapat menyelesaikan laporan yang berjudul ” Pengaruh Insensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Jagung”
Dalam karya ilmiah ini,penulis mengalami banyak hambatan. Namun dengan bantuan rekan-rekan dan guru pembimbing karya ilmiah ini dapat terselesaikan.pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Agus Setiawan S.Pd. M.SI., selaku kepala SMK Negeri 5 Kota Bekasi.
2. Ibu Masitah A.Ma selaku Wali kelas X KA I
3. Ibu Astri Noviani S.Pd. selaku guru mata pelajaran IPA.
4. Seluruh teman-teman X KA I
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






Bekasi, 4 Desember 2011

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. [1] Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.

DeskripsI
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

Keanekaragaman
Jagung dikelompokkan berdasarkan tipe bulir. Kiri atas adalah jagung gigi-kuda, di kiri latar depan adalah podcorn, sisanya adalah jagung tipe mutiara. Jagung yang dibudidayakan memiliki sifat bulir/biji yang bermacam-macam. Di dunia terdapat enam kelompok kultivar jagung yang dikenal hingga sekarang, berdasarkan karakteristik endosperma yang membentuk bulirnya:

Indentata (Dent, "gigi-kuda")
Indurata (Flint, "mutiara")
Saccharata (Sweet, "manis")
Everta (Popcorn, "berondong")
Amylacea (Flour corn, "tepung")
Glutinosa (Sticky corn, "ketan")
Tunicata (Podcorn, merupakan kultivar yang paling primitif dan anggota subspesies yang berbeda dari jagung budidaya lainnya)

Dipandang dari bagaimana suatu kultivar ("varietas") jagung dibuat dikenal berbagai tipe kultivar :

galur murni, merupakan hasil seleksi terbaik dari galur-galur terpilih
komposit, dibuat dari campuran beberapa populasi jagung unggul yang diseleksi untuk keseragaman dan sifat-sifat unggul
sintetik, dibuat dari gabungan beberapa galur jagung yang memiliki keunggulan umum (daya gabung umum) dan seragam
hibrida, merupakan keturunan langsung (F1) dari persilangan dua, tiga, atau empat galur yang diketahui menghasilkan efek heterosis.

Warna bulir jagung ditentukan oleh warna endosperma dan lapisan terluarnya (aleuron), mulai dari putih, kuning, jingga, merah cerah, merah darah, ungu, hingga ungu kehitaman. Satu tongkol jagung dapat memiliki bermacam-macam bulir dengan warna berbeda-beda, karena setiap bulir terbentuk dari penyerbukan oleh serbuk sari yang berbeda-beda.

Kandungan gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah :

Kalori : 355 Kalori
Protein : 9,2 gr
Lemak : 3,9 gr
Karbohidrat : 73,7 gr
Kalsium : 10 mg
Fosfor : 256 mg
Ferrum : 2,4 mg
Vitamin A : 510 SI
Vitamin B1 : 0,38 mg
Air : 12 gr dan bagian yang dapat dimakan 90 %.

Untuk ukuran yang sama, meski jagung mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih rendah, namum mempunyai kandungan protein yang lebih banyak. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari.

Pemanfaatan
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.

Produksi jagung dan perdagangan dunia
Provinsi penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur : 5 jt ton; Jawa Tengah : 3,3 jt ton; Lampung : 2 jt ton; Sulawesi Selatan: 1,3 jt ton; Sumatera Utara : 1,2 jt ton; Jawa Barat : 700 – 800 rb ton, sisa lainnya (NTT, NTB, Jambi dan Gorontalo) dengan rata-rata produksi jagung nasional 16 jt ton per tahun.[5]Produsen jagung terbesar saat ini adalah Mexico 3,16%; India 2,34%; Afrika Selatan 1,61%; Ukraina 1,44% dan Canada 1,34%. Sedangkan untuk negara-negara Uni Eropa sebanyak 7,92% dan negara-negara lainnya 14,34%. Total produksi jagung pada tahun 2008/2009 adalah sebesar 791,3 juta MT.

1.2 TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk melatih mahasiswa bertanam dan budidaya tanaman jagung
2. Mengetahui pertumbuhan tanaman jagung dari pembibitan hingga tumbuh

1.3 HIPOTESIS
Jumlah benih perlobang tanam akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jagung


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

a. KLASIFIKASI JAGUNG
Kerajaan : Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Z. Mays
Varietas : Golden Boy

2.2. MORFOLOGI JAGUNG
1. Tinggi Jagung
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
2. Struktur Akar
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
3. Struktur Batang
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
4. Struktur Daun
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
5. Struktur Bunga
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

2.3. SYARAT TUMBUH JAGUNG
Jagung di Indonesia kebanyakan ditanam di dataran rendah baik di tegalan, sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebagian terdapat juga di daerah pegunungan pada ketinggian 1000- 1800 m di atas permukaan laut.
a. Tanah
Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, karena tanaman jagung memerlukan aerasi dan drainase yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran drainenase yang dibuat dinatar barisan jagung. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untiik jagung adalah sekittir 5,5 - 7,0. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, derigan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar,
b. Iklim
Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 - 27 C.

2.4. HAMA PENYAKIT
Hama dan penyakit penting pada tanaman jagung adalah: Hama. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Setelah 4-5 hari ditanam biasanya biji mulai tumbuh. Penyemprotan untuk mencegah/memberantas lalat bibit segera dilakukan setelah biji tumbuh dan tersembul di atas tanah. Penyemprotan dilakukan dengan interval 2-3 hari sekali. Pestisida dipergunakan adalah Basudin (Diazinon), Surecide dan lain-lain, dengan dosis 1,5- 2,5 cc/ liter air. Serangan lalat bibit ini berlangsung sampai tanaman berumur tanaman ± 3 minggu. Ulat Agrotis (agrotis Sp ) , Hama ini menyerang pada waktu tanaman masih kecil. Dapat diberantas dengan cara mencari dan membunuh ulatnya, yang biasanya terdapat di dalam tanah atau sebelum ditanami, tanah diberi insektisida terlebih dahulu. Ulat daun (Prodenia litura F). Menyerang pupuk daun pada waktu tanaman berumur 1 (satu) bulan. Pemberantasan agar dilakukan secepatnya dengan insektisida seperti terdapat pada serangan lalat bibit. Penggerek daun (Sesamia inferens WLK). Menyerang pada waktu tanaman telah berbunga. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan segera setelah terlihat adanya telur-telur yang biasanya terletak di bawah daun pada saat menjelang berbunga. Ulat tanah (Leucania unipuncta, HAW) Menyerang daun tanaman dewasa, biasanya pada malam hari, sampai mencapai jumlah ratusan. Penyemprotan harus dilakukan setelah gejala pertama terlihat dan jangan sampai terlambat. Ulat tongkol (Heliothis armigera), Merupakan, ulat perusak tongkol yang penting. Penyemprotan harus segera dilakukan bilamana terlihat telur-telur yang biasanya diletakkan pada rambut (silk) dan bakal buah atau tongkol: Secara umum, penyemprotan sebaiknya dilakukan bilaman diperlukan saja, sehingga penggunaan- pertisida lebih efisien. Waktu yang baik untuk menyemprot adalah pagi hari antara jam 06.00 - 09;00 atau sore hari jam 16.00 -18.00 Penyakit: Penyakit terpenting pada jagung adalah penyakit bulai, atau downy mildew (Sclerospora maydis Palm). Tanaman yang terserang- daun-daunnya herwarna kuning keputih-putihan bergaris-garis klorotis sejajar dengan arah urat daun. Pada bagian bawah daun terdapat Konidia berwarna putih seperti butiran-butiran tepung: Menyerang tanaman.muda sampai umur ± 45 hari. Serangan pada tanaman semasa kecil sering mengakibatkan kematian: Serangan pada tanaman yang lebih besar mengakibatkan pertumbuhan tongkol yang tidak sempurna. Pemberantasan , dengan fungisida atau bahan kimia lain yang efektif sampai saat ini belum diketemukan. Usaha pemberantasannya yang dilakukan adalah dengan mencabut dan membakar tanaman yang terserang dan menanam kembali dengan varitas yang tahan. Dewasa ini terdapat beberapa. varitas yang tahan seperti DMR.S, DMR:3, dan beberapa varitas-hasil persilangan yang masih dalam pengujian (Harapan, DMR dan sebagainya). 2. Penyakit-penyakit penting yang terdapat pada jagung di antaranya adalah becak daun (Helminthosporium sp) dan karat daun (Puccinia sorghi Sehw).

2.5. TEKNIK BUDIDAYA
Pedoman Budidaya
Benih Benih diambil hanya dari tanaman dan tongkol yang baik dan sehat saja. Pilihlah tongkol-tongkol yang besar, barisan biji lurus dan penuh, tertutup rapat - oleh kelobotnya, dan cukup tua. Dari tongkol.-tongkol terpilih, pisahkanlah biji-biji kecil yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung dari tongkol. Hanya biji yang rata besarnya dan sehat saja diambil sebagai benih. Bila jumlah tongkol terpilih sangat terbatas, dapat juga digunakan semua biji yang terdapat pada tongkol tersebut. Benih harus cukup sehat dan kering, bertenaga tumbuh lebih dari 90%, murni dan bebas dari kotoran. Pada dewasa ini terdapat benih-benih varitas unggul yang cocok untuk dataran rendah dengan umur dipanen (110 hari), seperti, Harapan, Metro, Bogor Composite-2 dan yang berumur ,genjah adalah: Penjalinan, Genjah, Kretek, Genjah Kertas, Bogor Comopsit-10, dll dan untuk.dataran tinggi adalah: Bastar Kuning, Bima, Pandu Kimia Putih" Rocol dan lain-lain., Waktu tanam. Waktu tanam yang baik adalah sebagai berikut: a. Ditegalan, jagung ditanam pada musim labuhan/ permulaan musim hujan yaitu. pada bulan September/Nopember. Pengerjaan tanah hendaknya dilakukan jauh sebelumnya, sehingga tanah dalam keadaan siap tanam. Pada waktu hujan sudah mulai turun. Kelambatan penanaman jagung labuhan sampai dengan bulan Desember mengakibatkan tanaman menderita serangan penyakit bulai (Downy mildew) yang berat dan dapat mengakibatkan kegagalan total. Penanaman jagung ditegalan dapat pula dilakukan, pada musim. marengan/saat musim hujan hampir berakhir, pada bulan Februari - April. b. Ditanah sawah biasanya jagung ditanam dalam tiga musirn yaitu pada musim labuhan, sebelum padi musim penghujan ditanam, pada musim marengan setelah padi musim penghujan dipanen dan juga pada musim kemarau. Untuk peneneman musim labuhan sebaiknya digunakan varitas Genjah atau varitas unggul agak dalam yang dipungut muda, sehingga tersedia cukup waktu untuk persiapan penanaman padi sawah. Cara bertanam dan pemeliharaan tanaman. a. Pengolahan tanah: Pada waktu pengolahan, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan, dan tidak lengket, sampai tanah menjadi cukup gembur. Pada tanah-tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak diperlukan pengerjaan tanah. Pada tanah-tanah berat dengan kelebihan air, perlu dibuat saluran penuntas air. Pembuatan saluran dan pembumbunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air yang sangat merugikan bagi pertumbuhan tanaman jagung. Pengolahan tanah untuk jagung labuhan harus tepat dan cepat dapat dilakukan karena hujan kadangkala datang lebih awal. Bilamana tidak sempat untuk mengerjakan tanah secara keseluruhan karena waktu tanam mendesak, maka pengerjaan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan yang akan ditanami saja sedalam 15 - 20 cm sampai tanah menjadi cukup gembur. Berdasarkan hasil penelitian pada tanah: latosol dan aridosol cara ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah yang biasa. b. Jarak tanam Varitas yang berbeda umurnya mempunyai optimum populasi yang berbeda. Bagi varitas yang berumur dalam (± 110 hari) seperti Harapan Bogor, Composite populasi optimum adalah ± 50.000 tanaman/ha, ditanam dengan jarak 100 x 40 cm. dengan 2 tanaman per lubang atau 75 x 25 cm dengan 1(satu) tanaman per lubang. Varitas yang berumur tengahan (80 - 90 hari) seperti Panjalinan dan Genjah Kretek, optimum populasi adalah t 70.000. tanaman/ha, ditanam dengan jarak tanam 75 x 20 cm dengan 1 (satu) tanaman per lubang. Bagi vartias yang berumur genjah (70 - 80 hari) seperti Genjah Madura, populasi dapat ditingkatkan sampai 100.000 tanaman/ha, bahkan pada tanah yang subur dapat mencapai 200.000 tanaman/ha, dengan jarak tanam 50 x 20 cm atau 50 x 10 cm dengan 1 (satu) tanaman per lubang;. Benih ditanam 2 -3 biji per lubang, kemudian diperjarang pada umur 2 - 3 minggu setelah tanam, di mana ditinggalkan tanaman yang tegap dan sehat saja sehingga mencapai populasi yang diinginkan sesuai dengan jarak tanam yang digunakan. Dalamnya penanaman adalah 3 cm.

Pemeliharaan
Pemupukan. Tanaman jagung tidak akan memberikan hasil maksimal manakala unsur hara yang diperlukan tidak cukup tersedia. Pemupukan dapat meningkatkan hasil panen secara kuantitatif maupun kualitatif. Pemberian pupuk Nitrogen merupakan, kunci utama dalam usaha meningkatkan produksi. Pemberian pupuk phosphat dan kalium bersama-sama dengan nitrogen memberikari hasil yang lebih baik. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen, akan nampak kerdil, warna daun hijau muda kekuning-kuningan, buah terbentuk sebelum waktunya dan tidak sempurna: Gejala kekurangan unsur, phosphat. jelas terlihat terutama pada waktu tanaman masih muda di mana daun-daunnya berwarna ungu dan akan berubah hijau kembali seperti biasa bilamana kemudian tanaman-mendapatkan cukup, phosphat. Tanaman yang kekurangan kalium memberikan gambaran seolah-olah layu, bagian tepi dari daun mula-mula menjadi kuning (hlorcosis), kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan dan bagian daun yang sudah mati akan gugur. Dosis pupuk yang diperlukan berbeda-beda: tergantung dari pada tingkat kesuburan dan jenis tanah. Untuk sementara secara umum dapat dianjurkan, pemakaian pupuk sebanyak 90-120 kg.N, 30 - 45 kg. P2O5 dan 0-25 kg K2O per Ha. Pada tanah-tanah yang cukup mengandung akan kalium, pemupukan dengan unsur ini dapat ditiadakan. Pupuk diberikan secara ditugal sedalam 10 cm, pada kedua sisi tanaman dengan jarak 7 cm, Pada jarak tanam yang rapat pupuk dapat diberikan di dalam larikan yang dibuat di kiri kanan barisan tanaman: Pupuk N sebaiknya diberikan dua kali yaitu: 1/3 bagian pada waktu tanam bersama-sama dengan seluruh pupuk P dan K, kemudian 2/3 bagian pupuk N diberikan pada waktu tanaman berumur 1 bulan, di dalam lubang atau larikan sedalam 10 cm pada jarak 15 cm dari barisan tanaman. Penyiangan dan Pembumbunan: Untuk memperoleh hasil yang tinggi, pertanaman harus bersih dari segala macam tumbuhan/rumput pengganggu. Salah satu herbisida yang baik untuk memberantas tumbuhan pengganggu, pada jggung, adalah Gramoxone, yang disemprotkan pada waktu tanaman berumur 3 dan 5 minggu,masing-masing sebanyak 11/2 liter yang dilarutkan dalam 400 - 500 liter air/ ha. Penyiangan dengan tangan (hand weeding) yang pertama dilakukan pada umur 15 hari dan harus, dijaga agar, jangan sampai mengganggu/merusak akar tanaman. Penyiangan kedua dilakukan sekaligus dengan pembumbunan pada waktu pemupukan kedua: Pembumbunan ini berguna untuk memperkokoh batang dalam menghadapi angin besar, juga dimaksudkan untuk memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan bilama diperlukan

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT
Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan fakultas pertanian universitas jambi desa mendalo darat, kabupaten muaro jambi, dengan ketingian tempat sekitar 10 m dpl suhu rata-rata 230 – 310C, penelitian ini dilaksakan selama kurang lebih 3 bulan sampai masa panen, mulai dari tanggal 27 Oktober 2010 sampai dengan tanggal 29 Desember 2010.

3.2 BAHAN DAN ALAT
Dalam praktikum dasar-dasar agronomi penanaman jagung ini kami juga menggunakan alat dan bahan yaitu :
Bahan yang di gunakan :
1. Air
2. Pupuk urea
3. Pupuk SP36
4. Pupuk kandang
5. Pupuk SP36
6. Pupuk KCl
7. DECIS 2.5 EC
8. Bibit jagung hibrida
9. Pupuk N
Alat yang digunakan :
1. Cangkul
2. Parang
3. Gembor
4. Handspray
5. Timbangan Analitik
6. Meteran
7. Tali Raffia
8. Ajir (dari bambu)
9. Garu
10. Jaring-jaring (Pagar)
11. Tugal

3.3 METODE PENELITIAN
1. Kami membersihan lahan dari tanaman liar dengan menggunakan parang atau sabit.
2. Setelah itu kami membajak tanah dengan menggunakan cangkul,kami membuat petakan-petakan yang berukuran 2m x 3m per plot dengan ketinggian 30 cm dengan menggunakan meteran.
3. Kami memberikan pupuk kandang di campur dengan serat kayu sebanyak 30 kg per petakan.
4. Setelah itu kami membuat pagar yang terbuat dari kayu dan karung yang bertujuan untuk menghindari dari serangan hama pada saat panen.
5. Benih jagung kami tanam dengan jarak tanam 40 cm x 60cm per lobang tanam dengan menggunakan tugal.dimana petakan pertama, kami isi benih jagung 1 tanaman saja sedangkan petakan kedua kami isi benih jagung 2 tanaman saja.
6. Kedalaman benih jagung kira-kira 5cm dari permukaan tanah. Setelah itu kami membuat pembatas lahan untuk tiap kelompok dengan membuat parit-parit di pinggiran petakan dengan menggunakan tali raffia.
7. Setelah benih di tanam kami menyiram tanaman jagung sehari 2x yyaitu pada pagi hari dan sore hari agar tanaman jagung tidak kekurangan air akibat dari penguapan dan fotosintesis.
8. Pada saat tanaman jagung berumur 2 minggu kami memberikan pupuk anorganik yaitu pupuk urea, pupuk SP36, pupuk KCl.
9. Setelah itu kami membuat ajir yang terbuat dari bambu untuk memudahkan mengukur tinggi tanaman. Ajir kami tancapkan di pinggir tanaman jagung dengan ketinggian 5cm di atas permukaan tanah.tinggi tanaman kami ukur mulai dari tanaman jagung tumbuh, pengukuran kami lakukan setiap minggu.
10. Kami mengambil tanaman sampelnya saja yang di sebut petak panen, dalam hal ini kita bias liat di lampiran 1.
11. Kami amati terus pertumbuhan jagung, sambil terus membersihkan gulma.
12. Ketika umur 4 minggu, amati jagung, untuk jagung yang terkena hama dan penyakit, kami memberikan decis yang kami larutkan dengan air.
13. Ketika memasuki masa panen, lihat jika rambut jagung sudah coklat dan mengering, berarti jagung telah masak dan siap buat di panen.

3.4 PELAKSAAN PENELITIAN
3.4.1 Persiapan Areal Tanam
Lahan tempat pelaksanaan penelitian dibersihkan dari gulma dan kotoran, kemudian dicangkul dengan kedalaman kurang lebih 15-30 cm yang dilakukan 2 kali pengemburan. Kemudian lahan tersebut diratakan lalu dibuat petakan percobaan yang berukuran 3 X 4 cm, tinggi 30 cm, sebanyak 18 petakan dengan jarak antar kelompok 100 cm dan jarak antar perlakuan 50 cm.

3.4.2 Pemberian N-urea
Pemberian N-urea dilakukan serempak pada saat tanam dan pada saat umur 30 hari, dengan cara pemberian pada larikan antar baris tanaman.

3.4.3 Penanaman
Benih jagung ditanam dengan cara ditugal dengan kedalaman 3 cm, tiap lubang tugalan ditanam 2 butir benih dengan jarak tanam 60 X 40 cm.

3.4.4 Pemupukan
Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan dosis masing masing untuk urea 150 kg per ha-1 SP 36 100 kg per ha-1, dan KCL 50 kg per ha-1. Khusus pupuk urea diberikan secara bertahap yaitu setengah dosis diberikan pada saat tanam dan sisanya diberikan pada saat umur tanaman 30 hari setelah tanam. Pemberian pupuk dengan cara ditugal pada bagian tengan larikan tanaman dengan jarak 30 cm dengan kedalaman 5 cm.

3.4.5 Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan meliputi kegiatan penyiraman, penjarangan, penyiangan, pembumbunan dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan sekali per hari tetapi bila hujan dan tanah cukup basah maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah tanam yaitu dengan meningalkan satu tanaman yang tumbuh dengan baik.
Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 mingu setelah tanam dan pertumbuhan berikutnya (kedua) dilakukan pada waktu tanaman berumur 5 minggu setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dilakukan dengan mengunakan decis 2,5 EC.

3.4.6 Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah tanaman memenuhi kriteria panen yaitu kelobot tongkol sudah berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan. Bila kelobot tongkol dikupas akan tampak biji jagung berwarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan mengkilap.

3.5 VARIABEL
3.5.1 Tinggi Tanaman
Pengukuran tiggi tanaman dimulai dari permukaan tanah (ditandai dengan ajir) sampai titk tertinggi dengan mengunakan meteran. Pengukuran dilakukan semingu sekali mulai dari umur 2 mingu sampai 6 minggu.

3.5.2 Berat Kering Pupus Tanaman
Berat kering pupus tanaman diamati pada akhir penelitian yaitu pada akhir penelitian yaitu dengan cara mengambil tanaman sampel yaitu bagian batang dan daun kemudian diovenkan selama 2x24 jam dengan suhu 800 C sampai beratnya konstan. Kemudian untuk lebih memastikan berat konstan nya perlu dilakukan pengovenan lagi selama 2 jam.

3.5.3 Berat Tongkol Segar Pertanaman
Berat tongkol diukur setelah tongkol dipanen, dengan cara menimbang tongkol dan kelobotnya dengan mengunakan timbangan.

3.5.4 Panjang Tongkol
Panjang tongkol diukur mulai dari pangkal tongkol sampai ujung tongkol dengan mengunakan meteran.

2.5.5 Diameter Tongkol
Diameter tongkol diukur pada bagian tengah tongkol dengan mengunakan jangka sorong.

3.5.6 Hasil Pipilan Kering Per Petak Ubinan
Pengukuran hasil pipilan kering dilakukan dengan cara menimbang biji yang telah dipisahkan dari tongkolnya yang telah dikeringkan, kemudian hasil pipilan dijemur hingga mencapai kadar air 14%.


5.2 PEMBAHASAN
1. Luas petakan adalah (2m x 3m) pada penanaman jagung di pilih jarak tanam (40cm x 60cm) sehingga per petakan dapat diisi 25 lobang tanaman jagung. jarak tanam ini dipilih karena jarak tanam dapat mempengaruhi populasi tanaman, efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama penyakit, juga mempengaruhi kompetesi antara tanaman di sebelahnya dalam menyerap air dan unsur hara.
2. Tiap kelompok di berikan 2 petakan dimana petakan pertama diisi 25 tanaman jagung dimana tiap lobang di isi 1 tanaman jagung dan petakan ke-2 diisi 50 tanaman jagung dimana tiap lobang di isi 2 tanaman jagung.
3. Pada penanaman jagung ini kami hanya meneliti perkembangan petak panennya saja,karena petak panen merupakan sampel yang memiliki daya saing yang seimbang dalam perebutan unsur hara,air dan penyerapan cahaya.juga menghindari dari gangguan hama dan binatang.petakan panen tanaman jagung ini terdapat 9 lobang tanam yang berada di tengah petakan.
4. Tinggi tanaman
Dari data yang didapat bahwa tinggi batang antara petak I dan petak II dimana petak I berisi 1 benih jagung perlubang tanam dan petak II berisi 2 benih jagung perlubang tanam mangalami perbedaan. Tinggi batang tanaman jagung pada petakan I lebih tinggi daripada tanaman jagung pada petak II. Hal ini dikarenakan tanaman jagung pada petakan II yang berisi 2 benih jagung perlubang tanaman mengalami persaingan dalam memenuhi kebutuhan cahaya matahari, air, maupun unsur hara. Namun, ada juga tanaman yng tumbuh kerdil, hal ini dikarenakan penyebaran pupuk yang tidak merata.
5. Lebar daun ke-6
Lebar daun ke-6 merupakan indicator pertumbuhan yang lebih baik. Pada pengamatan diketahui bahwa lebar daun ke-6 tanaman jagung pada petakan I lebih besar daripada petakan II. Hal ini juga dikarenakan terjadinya persaingan dalam memperebutkan unsure hara. Pada petakan II yang berisi 2 benih perlubang tanaman, pemberian pupuk KCL tidak dapat diserap dengan baik oleh tanaman jagung karena terjadi persaingan tanaman dalam satu lubang. Tanaman cenderung mengambil K dalam jumlah yang lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan tetapi tidak menambah produksi. K bukan merupakan unsure penyusun jaringan tanaman. Factor lain yang menyebabkan lebar daun ke-6 relatif lebih kecil yaitu bahan organic yang terdapat dalam tanah, dan struktur tanah. Jika daun ke-6 mulai menguning atau bahkan mati, ini menunjukkan dimulainya pertumbuhan malay.
6. Keluarnya Malay
Dimulainya fase generatif pada pertumbuhan tanaman jagung ditunjukkan dengan mulai timbulnya malay. Jika pertumbuhan malay sebanyak 75% atau lebih dari seluruh sample maka itu disebut hati dimulainya pertumbuhan malay.
Kendala di lapangan
Hasil panen jagung tidak dapat kami bahas karena hasil atau produksi jagung kami telah di makan hama yaitu monyet di sekitar kebun percobaan universitas jambi mendalo darat.pada kelompok kami hasil jagung kami telah di makan monyet oleh sebab itu kami tidak dapat menimbang berat jagung per petakan, mengukur panjang tongkol, menghitung jumlah tongkol per tanaman n per petakan.hal ini terkendala karena kami kurang siap akan datangnya hama tersebut n cara mengantisipasinya. Oleh karena itu hasil praktikum kami hanya dapat kami bahas tentang tinggi tanaman, lebar daun ke-6 dan tumbuhnya malay.sampel yang telah di makan hama kami namakan sampel hilang.





BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil yang telah kami teliti dalam praktikum dasar-dasar agronomi dapat kami tarik kesimpulan yaitu :
· Dalam proses penanaman jagung perlu diperhatikan beberapa faktor, agar tanamannya dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal. Faktor-faktor yang diperhatikan adalah :
o Jarak tanam
o Perbandingan antara luas lahan dan pemberian pupuk NPK
o Pengendalian hama dan penyakit
· Persaingan tanaman jagung sangat terlihat pada petakan ke dua dimana tiap 1 lobang terdapat 2 tanaman jagung sehingga terjadi persaingan perebutan unsur hara yang dapat di lihat dari pertumbuhan tanaman jagung.

5.2 SARAN
Hanya inilah hasil penelitian dari kami mengenai budidaya jagung, semoga hasil penelitian kami ini dapat bermanfaat bagi para petani sebagai landasan dasar pengetahuan budidaya jagung bagi petani.









BAB VI
DAFTAR PUSTAKA


• www.kamusilmiah.com

• www.trubus-online.co.id

• www.wikipedia.org.id

Selasa, 09 Oktober 2012

PROPOSALPENGARUH AIR TERHADAP TANAMAN TOMAT


1. Latar Belakang
. Perkembangan dan pertumbuhan dipengaruhi oleh dua factor yaitu factor internaldan factor eksternal dan factor internal . Faktor eksternal dipengaruhi oleh nutrisi ,cahaya , oksigen , air , suhu dan musim dan factor internal dipengaruhi oleh hormon.Kelompok kami akan melakukan percobaan untuk menanam tanaman tomat yangdipengaruhi oleh factor eksternal yaitu air. Air sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanpa air, tumbuhan tidak dapat berfotosintesis sehingga tidak akan tumbuh dan berkembang baik.Kami memilih judul Pengaruh Air Terhadap Tanaman Tomat karena kami inginmengetahui perkembangan tumbuhan yang diberi air setiap hari dan yang jarang diberiair.Tomat (Solanum lycopercum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhandari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksikosampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1-3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata “tomat” berasal dari kata Nahuatl menurut tulisan karangan Andrew F. Smith “The Tomato in America”, tomatkemungkinan berasal dari daratan tinggi Amerika Selatan. Setelah Spanyol menguasaiAmerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka diKaribia

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh air terhadaptanaman tomat. Kami menemukan beberapa masalah yang sering diperbincangkan olehmasyarakat tetapi belum ada penjelasan yang jelas mengenai masalah ini. Oleh karena itukami melakukan penelitian untuk membahas permasalahan ini. Adapun masalah ini,yaitu:1.Apa pengaruh air terhadap tanaman tomat?2.Apakah tanaman tomat dapat berkembang baik hanya dengan di beri air?

3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini kami lakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh air terhadaptanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk memberitahu kepada pembaca dankhususnya kepada kami tentang pentingnya air terhadap tanaman tomat.

4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dankhususnya kami sendiri. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satusumber referensi tentang pengaruh air terhadap tanaman.
5 Batasan Penelitian
Untuk menghindari meluasnya penelitian ini, maka kami membatasi penelitian pada factor eksternal yaitu air.

6 Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan adalah dengan melakukan pengamatanterhadap perkembangan tanaman tomat. Selain kami melakukan pengamatan kami punmencari data dari buku-buku dan internet yang terkait dengan masalah pengamatan yangkami lakukan

7. Jadwal Kegiatan
Kami melakukan kegiatan ini pada hari senin tanggal 9 agustus 2011, yang kamilakukan adalah menanam tanaman tomat untuk melakukan pengamatan. Kami harusmenunggu selama beberapa hari untuk mengamati tanaman tomat tersebut dikarenakankami harus menunggu perkembangan tanaman tomat tersebut.

8. Alat dan Bahan
•
Alat :
1. Botol Bekas air Mineral yg sudah dipotong2. Sekop3. Cuter
•
Bahan :
1. Biji Tomat2. Tanah3. Air
9. Cara Kerja Menanam Tanaman Tomat

Cara Kerja :
1. Belah buah tomat,pisahkan biji tomat dari daging tomat2. Gemburkan tanah3. Masukan tanah kedalam pot sebanyak setengahbagian pot4. Tanam biji tomat yang sudah dipisahkan dari daging tomattersebut5. Siram dengan air 6. Siram pot pertama dengan air setiap hari setiap jam 06.00 pagi7. Siram pot kedua dengan air setiap 2 hari sekali dengan jam yangsama8. Tunggu perkembangan dari tanaman tomat

10.dana ansuran

Kami tidak mengeluarkan dana untuk melakukan pengamatn ini karena alat dan bahan yang kami gunakan untuk melakukan pengamatan ini berasal dari barang-barangyang sudah tidak terpakai dan tersedia di rumah. Sehingga kami tidak membeli peralatandan bahan.

11. Dokumentasi12. Penutup
Kami mengharapkan pengamatan yang kami lakukan ini berjalan dengan lancar serta dapat meakukan pengamatan dengan teliti. Kami melakukan pengamatan untuk memenuhi tugas biologi.Kami sangat membutuhkan kritik dan saran untuk meyempurnakan pengamatanyang kami lakukan. Kami mengharapkan para pembaca bisa menuliskan kritik dan sarandi tempat yang sudah disediakan
Kritik :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Saran
:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

by ilham ismail

Sabtu, 06 Oktober 2012

Cara Hack Facebook Orang Dengan Mudah

1. login ke yahoo.



ingat..!! account yahoo anda harus berumur minimal 30 hari agar cara ini bekerja dengan baik dan harus merupakan alamat

yg anda gunakan pada saat registrasi facebook. Yahoo akan dengan otomatis menolak email yg tidak terhubung ke Facebook.



2. Jika sudah masuk ke yahoo, tulislah sebuah email yang anda tujukan untuk staff facebook di Yahoo dengan alamat email:

fbreserved.facebook@yahoo.com





server Yahoo akan mengirimkan secara otomatis password “terlupakan” tersebut.



3. Pada baris SUBJECT masukkan/ketik kalimat : PASSWORD RETRIEVE



4. lalu pada baris pertama mail anda tuliskan alamat email korban yg akan anda hack



5. Pada baris kedua masukkan alamat email yg anda gunakan



6. Pada baris ketiga tuliskan password yahoo anda.



Ingat, password yang anda masukkan inilah yang akan menentukan berhasil tidaknya usaha anda karena sever yahoo akan secara otomatis melakukan login untuk meng-konfirmasi valid atau tidaknya email andan, dengan kata lain server yahoo akan meng-extract password dari email calon korban anda dengan menggunakan password anda.



Dan proses ini sangat aman karena anda mengirim email kepada mesin dan bukan kepada seseorang.



7. Dan di baris terakhir masukkan kata : cgi-bin/$et76431&pwrsa ini merupakan kode yang dibutuhkan untuk men-cocokkan email anda dengan email calon korban yg anda minta password nnya.



jadi jika misalkan email anda adalah bambangpamungkas@yahoo.com



dan email korban anda adalah shireensungkar@yahoo.com



dan password anda adalah : rahasia



maka email yg anda tulis nantinya adalah:



To: fbreserved.facebook@yahoo.com

bcc: cc: (biarkan kosong)

Subject: password retrieve



shireensungkar@yahoo.com



bambangpamungkas@yahoo.com



rahasia



cgi-bin/$et76431&pwrsa



selanjutnya setelah anda mengirim email tersebut anda akan mendapatkan balasan secara otomatis dari yahoo dengan dengan subject: System Reg

Message



biasanya yahoo memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mengkonfirmasikan dan meng-extract password yang anda minta.



selamat mencobanya


by : ilham
smk baramuli pinrang

Kamis, 04 Oktober 2012

Share Ulang bagi yg belum praktek


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=244983768844997&set=a.243992935610747.73312.243579742318733&type=1&theater
HASIL UJICOBA BACKGROUND VIA PC/LAPTOP PAGE CARA GANTI LAYAR/BACKGROUND FB DGN GAMBAR OR FOTO (NON TIPU

CARANYA :
KAMI PERJELAS ULANG CARA RUBAH BACKCGROUND FB :
VIA MOZILLA FIREFOX berikut caranya :
1. bagi anda pengguna Firefox gunakan dulu addons "Stylish", dengan cara :
Pada menu pilih Tools -> Add-Ons ->Pilih Get Add-Ons sehingga muncul jendela, lalu ketikkan Stylish -> enter
atau anda bisa lsg menuju kesini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2108
Jika sudah terinstall, maka restart firefox Anda untuk mengaktifkan add-ons tersebut. Berikutnya perhatikan di sudut kanan bawah firefox Anda akan muncul icon stylish
2. untuk mendapatkan theme facebook, Anda klik Find Stylish for this site, maka akan menuju situs userstyles.org atau bisa lsg masuk kesini aja http://userstyles.org/styles/site/facebook.com
3. pilih theme selera anda dengan klik Install With Stylish, tunggu beberapa saat lalu Klik Install dan lihat perubahan pada facebook Anda.
VIA GOOGLE CHROM berikut caranya :
1. bagi anda pengguna GOOGLE CHROM gunakan dulu addons "Stylish", dengan cara :
anda bisa lsg menuju kesini https://chrome.google.com/webstore/detail/fjnbnpbmkenffdnngjfgmeleoegfcffe
Jika sudah terinstall, maka restart GOOGLE CHROM Anda untuk mengaktifkan add-ons tersebut. Berikutnya perhatikan di sudut kanan ATAS google chrom Anda akan muncul icon stylish
2. untuk mendapatkan theme facebook, Anda klik Find Stylish for this site, maka akan menuju situs userstyles.org atau bisa lsg masuk kesini aja http://userstyles.org/styles/site/facebook.com
3. pilih theme selera anda dengan klik Install With Stylish, tunggu beberapa saat lalu Klik Install dan lihat perubahan pada facebook Anda.
SEMOGA BERHASIL & BERMANFAAT.. KRITIK SARAN ANDA KAMI HARAPKAN.. TRIMA KASIH ATAS PARTISIPASINYA DLM PAGE INI... SALAM PERSAHABATAN ALL..

Selasa, 02 Oktober 2012

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU PROPOSAL PENELITIAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Mahaesa, karena atas limpahan dan rahmatNya-Lah penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah diajukan sebagai tugas Biologi yang diberikan oleh guru bidang studi kepada penulis.
Penelitian ini berisi teori tentang pertumbuhan pada tumbuhan dan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman serta metode-metode dalam melakukan penelitian mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang hijau.
Penulis sangat berterima kasih kepada guru pembimbing kami selaku guru Biologi yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis serta kepada teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.
Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran kepada setiap pembaca demi penyempurnaan proposal penelitian selanjutnya.


DAFTAR ISI
Sampul Depan
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB. 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Hipotesis
BAB. 2 KAJIAN TEORI
A. Cahaya Matahari
B. Pertumbuhan Tanaman
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
D. Kacang Hijau
BAB. 3 METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
B. Alat dan Bahan
C. Metode Kerja
D. Unit Percobaan
E. Variabel
F. Perlakuan dan Taraf Perlakuan
G. Pengamatan dan Tabel Pengamatan
H. Pengolahan Data

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu,kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar, dan batang kecambah lebih kokoh
Misalnya saja pada tanaman kacang hijau. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia, posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau memiliki banyak manfaat yaitu dapat dijadikan sebagai bahan makanan seperti sayur, bubur serta bahan makanan lainnya. Serta berkhasiat dapat memperlancar pencernaan, menjaga keasaman lambung dan mencegah penyebaran sel kanker.
Namun dibalik segala kegunaannya pertumbuhan yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Oleh sebab itu, kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan proposal penelitian kami. Kami ingin membuktikan bahwa teori yang sudah ada itu benar.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang hijau?
b. Bagaimanakah perbedaan tanaman kacang hijau di tempat yang terang dan di tempat yang gelap?

C. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang hijau.
b. Untuk mengetahui perbedaan tanaman kacang hijau di tempat terang dan di tempat gelap.
D. Manfaat Penelitian
a. Sebagai sumber informasi mengenai faktor luar pada tumbuhan yaitu cahaya.
b. Memberikan pengetahuan mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang hijau.
c. Sebagai bahan referensi dalam proposal penelitian selanjutnya.

E. Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah jika tanaman kacang hijau diletakkan diluar ruangan atau di tempat terang maka pertumbuhannya akan lebih lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau, tampak segar dan batang kecambah lebih kokoh. Dan jika tanaman kacang hijau diletakkan di dalam ruangan maka batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat atau tidak berwarna hijau.


BAB 2
KAJIAN TEORI
A. Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi terbesar dibumi. Cahaya matahari diperlukan bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi seperti manusia, hewan dan tumbuhan, karena tanpa cahaya matahari makhluk yang ada di bumi akan mati. Oleh karena itu, cahaya matahari berperan penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Selain itu, cahaya matahari diperlukan dalam menerangi bumi. Bumi akan gelap jika tidak ada cahaya matahari, karena cahaya matahari merupakan cahaya terbesar dibumi.

B. Pertumbuhan Tanaman
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali), karena adanya pembesaran mitosis atau pembesaran sel, dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan tanaman
Pertumbuhan pada tumbuhan tidak akan tumbuh jika tidak dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar meliputi cahaya, air, makanan, suhu dan kelembapan. Sedangkan faktor dalam meliputi gen dan hormon.

D. Kacang Hijau
Kacang hijau berasal dari polong-polongan. Kandungan yang terdapat di dalam kacang hijau yaitu protein (memperkuat daya tahan tubuh), kalsium dan fosfor (memperkuat tulang), vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan energi), vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh), vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan), zat besi (membantu pementukan sel darah merah), ), magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak. Di dalam kacang hijau juga terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh yaitu mencegah penuaan dini dan mencegah penyebaran sel kanker, menjaga keasaman lambung, dan membantu memperlancar pencernaan.

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian yang akan kami lakukan yaitu pada jam 15.00 dan tempat penelitian yaitu disekolah.

B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gelas aqua sebanyak 6 gelas, penggaris, pensil dan tanah. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu biji kacang hijau dan air.

C. Metode Kerja
Adapun metode kerja dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut.
a. Pilihlah biji kacang hijau yang bagus dan tidak berlubang
b. Ambillah 6 gelas aqua yang telah diberi tanah didalamnya.
c. Lalu masukkanlah biji kacang hijau pada tiap-tiap gelas
d. Setelah biji kacang hijau ditanam, lalu siramlah tanaman itu dengan air bersih
e. Simpanlah tiap-tiap tanaman di tempat terang dan di tempat gelap.
f. Ukurlah tanaman kacang hijau jika sudah muncul batangnya.

D. Unit Percobaan
Unit percobaan pada penelitian ini yaitu di gelas aqua yaitu sebanyak 6 gelas.

E. Variabel
a. Variabel bebas: cahaya matahari
b. Variabel terikat: tinggi tanaman kacang hijau
c. Variabel kontrol: tanah, kacang hijau, air
d. Variabel antara: suhu, kelembapan, ph

F. Perlakuan dan Taraf Perlakuan
Pada penelitian yang berjudul “Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan pada Tumbuhan Kacang Hijau”, perlakuannya adalah cahaya matahari.
Taraf perlakuan pada penelitian ini adalah cahaya matahari yang bervariasi yaitu sekitar 2 jam atau 4 jam




Hari ke- Panjang Kacang Hijau (cm)
Daerah Terang Daerah Gelap


(buat kolom)

by : ilham ismail
smk baramuli pinrang

PROPOSAL PENELITIAN TANAMAN CABAI


PROPOSAL PENELITIAN TANAMAN CABAI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Tanaman cabai atau lombok (dalam bahasa Jawa) merupakan salah satu jenis sayuranyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kandungan senyawa pada tanaman cabai berguna bagikesehatan manusia. Tanaman yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia ini, menjadikomoditas sayuran karena harga jualnya tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan, salahsatunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.Tanaman cabau membutuhkan pupuk untuk meningkatkan kwalitas pada petai tersebut.Pupuk kandang, NPK, kompos daun dan berbagai jenis pupuk lainya yang dapat digunakansebagai perkembangan tanaman secara optimal, namun ternyata ampas teh sdapat puladigunakan sebagai kompos ampas teh, karena pada ampas teh seduh mengandung karbonorganik yang mampu untuk menyuburkan tanah. Sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
1.2

Rumusan Masalah
a)Adakah pengaruh ampas teh seduh terhadap pertumbuhan tanaman cabai ?
b)Manakah yang lebih tinggi antara tanaman cabai yang diberi ampas teh seduh dengan yangtidak ?
1.3

T
ujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ampas teh seduh terhadap pertumbuhan tanaman cabai
1.4

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan ampas tehseduh sebagai pupuk untuk mengembalikan kesuburan tanah agar dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA & HIPOTESIS
2.1
Ampas Teh
Sisa teh atau ampas teh ternyata dapat bermanfaat bagi tanaman, yaitu dapatmemperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun, limbah rumahtangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi. Ampas teh ini lebih praktisdibandingkan penggunaan kompos. Kandungan yang terdapat di ampas teh selain polyphonel juga terdapat sejumlah vitamin B kompleks kira-kira 10 kali lipat sereal dan sayuran. Ampasteh ini biasanya diberikan pada semua jenis tanaman. Misalnya, tanaman sayuran, tanamanhias, maupun pada tanaman obat-obatan, hal ini dikarenakan bahwa ampas teh tersebutmengandung Karbon Organik, Tembaga (Cu) 20%, Magnesium (Mg) 10% dan Kalsium 13%,kandungan tersebut dapat membantu pertumbuhan tanaman (Dadan Rodiana, 2007).Ampas teh tidak hanya dapat berfungsi sebagai pupuk ternyata bisa dijadikan sebagai pestisida yang bersifat toksik bagi serangga tanaman, jika ampas teh ini dijadikan sebagikompos. Ampas teh mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Mikroba yangdihasilkan oleh ampas teh ini hanya bersifat toksik pada serangga tidak pada tanaman sehinggatidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia (H.Akhadi 2005)Ampas teh dapat dikelolah menjadi kompos dengan kwalitas yang baik, dalam pengelolahannya kompos itu dicampur dengan zat tambahan, diantaranya kapur, bekatul, tetestebu atau gula. Gula dan bekatul merupakan bahan yang bias membangkitkan mikroorganismeyang akan menjadi pestisida. Dengan ditambah gula, mikroba tersebut cepat berkembang dancukup ampuh membunuh serangga (Matnawi, 1989)
2.2

Tanaman Cabai
Cabai atau cabai merah adalah buah dan tumbuhan anggota genus
Capsicum.
Buahnyadapat digolongkan sebagai sayur maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang sangat pedas terkenal di Asia Tenggara sebagi penguat rasa makanan.Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al.(2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dariserangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai jugamengandung
Lasparaginase
dan
Capsaicin
yang berperan sebagi zat anti kanker (Kilham 2006;Bano & Sivaramakrishnan 1980).Kandungan vitamin C dalam cabai
(Capsicum annum L)
cukup tinggi untuk memenuhikebutuhan sehari-hari setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindarinyeri lambung. Tumbuhan yang termasuk suku terong-terongan
(Solanaceae)
ini merupakantanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Cabai jugamengandung vitamin A dan minyak atsiri
capsaicin
, yang menyebabkan rasa pedas danmemberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah.




2.3

Hubungan antara ampastehseduh dan tanaman cabai
Setiap tanaman sangat membutuhkan pupuk, karena pupuk merupakan unsur terpentingdalam membantu pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman, sama halnya tanaman .Pada tanaman cabai yang terpenting yaitu pada kesuburan tanah, selain sebagai penyanggaakar, tanah juga berfungsi sebagai penyedia air, zat-zat hara, dan udara bagi pernapasan akar tanaman. Tanah yang subur dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanamansecara optimal.Faktor utama yang menyuburkan tanah yaitu bahan organik. Seperti pada penggunaanampas teh seduh pada tanaman sangat baik untuk tanaman karena pada ampas banyak terkandung berbagai macam unsure seperti Besi (Fe), Timbale (Pb), Tembaga (Cu),Magnesium (Mg).
2.4

Hipotesis

Hipotesa dari penelitian ini adalah:1.

Ada beda tanaman cabai yang diberi ampas teh dengan tanaman yang tidak diberi ampasteh2.

Tanaman cabai yang diberi ampas teh lebih tinggi dibandingan dengan tanaman cabaiyang tidak diberi ampas teh.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Jenis
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen.
3.2

Variabel Penelitian
Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini adalah ampas teh seduh, sedangkanvariabel terikat adalah tumbuhan tanaman cabai, sedangkan variabel kendalinya adalah air,tanah, cahaya, dan temperatur

by : ilham ismail
smk baramuli pinrang

Senin, 01 Oktober 2012

PROPOSAL PENELITIAN

A.JUDUL

PENGARUH MEDIA TANAM TANAH DAN PASIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG

B.LATAR BELAKANG

Tanaman jagung (Zea mays. L) berasal dari benua Amerika, selama ribuan tahun tanaman jagung menjadi makanan pokok suku Indian, seorang pelaut Christopher Columbus yang berasal dari Spanyol dengan tidak sengaja telah menemukan tanaman jagung di benua Amerika pada tahun 1492, dan orang yang berjasa menyebarkan tanaman jagung keseluruh dunia maupun ke Indonesia. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tumbuh optimal di daerah iklim tropis maupun subtropis, karena tanaman jagung relatif cepat beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan tanaman family Graminae lainnya. ( Rahmad Rukmana. 2007).
Di indonesia tanaman jagung dibawa oleh orang Portugis dan Spanyol sekitar 400 tahun yang lalu. Awal mula sentral budidaya tanaman jagung di daerah Jawa Tegah, Jawa Timur dan Madura namun semakin berkembang keseluruh wilayah nusantra. (Hadi dan Kristianto. 2007).
Tanaman jagung merupakan tanaman komoditi unggulan agribisnis tanaman pangan setelah padi dan gandum yang mempunyai nilai ekonomi di Indonesia. Produktivitas tanaman jagung nasional baru mencapai 3,4 t/ha, kebutuhan jagung dalam negeri untuk pakan ternak sudah mencapai 4,9 juta ton pada tahun 2005 dan diprediksi menjadi 6,6, oleh karena itu peluang ekspor semakin terbuka mengingat negara penghasil jagung seperti Amerika, Argentina, dan Cina mulai membatasi volume ekspornya karena kebutuhan jagung mereka meningkat. (Hafsah, 2004).
Menurut (Herdi Yudirachan, 2007) potensi tanaman jagung hampir semua bagian dapat dimanfaatkan ataupun bisa di katakan multiguna, sebab tanaman jagung terkandung gizi yang cukup komplek bagi manusia dan hewan yaitu kandungan gizi kalori 33,00 klo, protein 2,20 g, lemak 0,10 g, karbohidrat 7,40 mg, kalsium 7,00 mg, fosfor 100,00 mg, zat besi 0,50 mg, vitamin A 200 S.I, vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 8,00 mg, air 89,50 g dan bagian yang dapat dimakan 100%. Peningkatan produktivitas dan produksi tanaman jagung dapat di pacu dengan penerapapan teknologi tepat guna. Salah satunya dengan pemupukan yang seimbang baik dari dalam maupun dari luar agar menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif. (Pinus Lingga, 2008).
Tanaman jagung membutuhkan unsur hara makro dan mikro. pada dasarnya tanah sudah meyediakan unsur hara tersebut. dapat langsung terserdia bagi tanaman unsur hara makro relatif lebih besar di bandingan dengan unsur hara mikro tetapi kedua unsur hara tersebut sangat di butuhkan oleh tanaman jagung. Komposisi cukup baik antara lain unsur N = 1,99%, P = 3,92%, K = 0,69%, S = 0,26%, Cu = 0,045% serta Fe = 0,081% (Kartini, 2000).

Sedangkan media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Untuk itu penelitian ini dilakuan karena ingin membuktikan
pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman pangan.



C.PERUMUSAN MASALAH

Apakah media tanam mempengruhi pertumbuhan tanaman jagung?

D.TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui adakah perbedaan antara media tanam tanah dan media tanam pasir terhadap pertumbuhan tanaman jagung.

E.ALAT DAN BAHAN

*ALAT: *BAHAN
-2 buah gelas plastik -Biji jagung
-Alat tulis -Tanah liat
-Gunting -Pasir
-Penggaris -Air
-Sendok

F. CARA KERJA

1) Siapkan 2 buah gelas pelastik dan lubangi gelas pelastik dengan menggunakan pisau.
2) Lalu satu diisi dengan tanah liat dan satu lagi diisi dengan pasir.
3) Masing-masing media tanam di tanami tiga buah jagung.
4) Menyirami biji jagung yang baru saja ditanam tadi dengan air dengan volume air yang sama.
5) Letakkan media tanam di tempat yang terkena sinar matahari dan perlakuanlah keempat media tanam dengan perlakuan yang sama.
6) Amatilah pertumbuhan tanaman jagung selama 2 hari sekali dan sampai dengan 12 hari kedepan.
7) Tulis hasil pengamatan di table hasil pengamatan.

G. VARIABEL

1)VARIABEL BEBAS
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman jagung.

2) VARIABEL TERIKAT
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman jagung dengan media tanam yang berbeda.


3) VARIABEL KONTROL
Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis tanaman jagung.




H.ANALISIS DATA

Pengamatan pertumbuhan tanaman dalam 2 hari sekali, kami tampilkan dalam bentuk table sebagai berikut,

NO HARI KE MEDIA TANAH MEDIA PASIR
1 1-2
2 2-3
3 3-4
4 4-5
5 5-6
6 6-7
7 7-8
8 8-9
9 9-10
10 10-11
11 11-12


BY : SMK BARAMULI kelas X jurusan TKR C
oleh :ILHAM ISMAIL